Pompa submersible bekerja di dalam sumur sehingga kondisinya tidak bisa dilihat setiap hari. Pengguna biasanya baru menyadari masalah ketika air tidak naik. Padahal, beberapa tanda awal dapat dikenali dari tekanan, suara, durasi kerja, dan pemakaian listrik.
Tekanan air tidak stabil
Tekanan yang naik-turun dapat berasal dari tandon tekanan, pressure switch, pipa bocor, atau pasokan air sumur yang tidak seimbang dengan kapasitas pompa. Jika aliran melemah pada jam tertentu saja, bandingkan dengan penggunaan air di bangunan dan kondisi muka air tanah.
Pompa terlalu sering hidup dan mati
Siklus pendek membuat motor cepat panas. Penyebabnya bisa berupa pressure tank kehilangan tekanan udara, katup satu arah tidak menahan air, kebocoran pipa, atau pengaturan switch yang keliru. Membiarkan kondisi ini berulang dapat memperpendek usia motor dan kontaktor.
Tagihan listrik meningkat
Pompa yang tersumbat, bekerja pada tegangan tidak stabil, atau harus mendorong air melewati pipa bermasalah membutuhkan waktu lebih lama. Bandingkan durasi pengisian tandon dan konsumsi listrik dengan bulan sebelumnya. Teknisi dapat mengukur arus kerja untuk melihat apakah motor masih beroperasi dalam rentang yang wajar.
Air membawa pasir
Pasir halus dapat mengikis impeller dan komponen pompa. Kemunculannya perlu diperiksa dari sisi konstruksi sumur, posisi pompa, gravel pack, dan screen. Menurunkan pompa lebih dalam bukan selalu solusi; posisi yang terlalu dekat dasar justru dapat memperbesar sedimen yang terhisap.
Proteksi listrik sering trip
MCB atau overload yang sering jatuh tidak boleh sekadar dinaikkan kapasitasnya. Proteksi dapat bekerja karena arus berlebih, kabel rusak, sambungan lembap, tegangan drop, atau motor mulai bermasalah. Mengganti pengaman tanpa pengukuran dapat menutupi gejala dan meningkatkan risiko kerusakan.
Langkah pemeriksaan
Mulai dengan mengukur tegangan dan arus, memeriksa panel, sambungan kabel, pressure switch, dan kebocoran jaringan pipa. Selanjutnya ukur debit aktual serta tinggi tekan. Bila data permukaan tidak cukup, pompa mungkin perlu diangkat untuk diperiksa. Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan dengan alat angkat yang sesuai agar kabel dan pipa tidak rusak.
Pemilihan pompa harus mengikuti kedalaman muka air dinamis, kebutuhan debit, diameter casing, panjang pipa, dan total head. Pompa yang terlalu besar dapat menguras sumur lebih cepat daripada kemampuan akuifer mengisi kembali. Pompa yang terlalu kecil bekerja terlalu lama. Keduanya sama-sama tidak efisien.